Tampilkan postingan dengan label Kisah dan Sosok Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah dan Sosok Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 September 2023

Amilia Agustin, Ratu Sampah Sekolah

 

Amilia Agustin, Ratu Sampah Sekolah (Foto : instagram @amiliaagustin) 

Menumpuknya sampah di sejumlah titik di Kota Bandung menimbulkan kegelisahan tersendiri bagi seorang remaja berseragam putih biru, Amilia Agustin. Kegelisahan ini pula yang membuatnya tergerak untuk melakukan sesuatu, yang kemudian mengantarkannya menjadi Ratu Sampah Sekolah. 

Tumbuh sebagai mojang Bandung, Ami, demikian nama panggilan remaja kelahiran 20 April 1996 ini, sungguh tak rela jika sampah yang menumpuk, mengubah citra Kota Kembang yang indah menjadi hancur. Namun, kenyataannya itulah yang ditemuinya hampir setiap hari saat berangkat ke sekolah.

Salah satu titik gunungan sampah yang membuatnya prihatin, berada di pusat kota, Tegalega. Tempat dimana Monumen Bandung Lautan Api, ikon kotanya berada. Lokasi yang tak begitu jauh dari sekolahnya saat itu.

Menyadari rasa prihatin saja tidaklah cukup, Ami memutuskan untuk bergerak. “Bergerak itu harus dimulai dari diri sendiri.” Demikian tuturnya menceritakan awal mula tekadnya untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan sehat.

Bersama komunitasnya, Ami berusaha menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik ( Foto: instagram @amiliaagustin) 

Ketika menyadari bersama-sama akan lebih mudah dan lebih luas manfaatnya, Ami kemudian mengajak teman-temannya untuk sama-sama bergerak dari lingkungan yang terdekat. Yaitu lingkungan sekolah.

Dengan mengajukan proposal Karya Ilmiah Remaja “Go To Zero Waste School” kepada Program Young Changemakers dari Ashoka Indonesia, pelajar kelas 8 ini berharap impiannya untuk menciptakan lingkungan yang bersih akan terwujud.

Proposal itu ternyata disetujui, dengan dana operasional sebesar 2,5 juta Ami bersama teman-temannya di SMPN 11 Bandung,  mulai mengolah limbah menjadi barang yang bermanfaat dengan mengusung tema “Go To Zero Waste School”.

Hal ini tentu tak luput dari dukungan pihak sekolah yang memberikan ruang kreasi dan berdaya bagi anak didiknya, yang memberikan citra positif bagi sekolah, dan menjadi ikon sekolah sehat di Bandung. Ami kemudian mengajak teman-teman di sekolah-sekolah lain untuk menciptakan gerakan peduli lingkungan di sekolah masing-masing,

Ada empat bidang pengelolaan sampah yang dilakukan Ami, dkk. Yaitu :

Pengelolaan Sampah Organik

Tumpukan sampah organik yang mulanya menimbulkan aroma tak sedap, dikelola hingga menjadi pupuk organik yang memiliki daya jual tinggi.

Pengelolaan Sampah Anorganik

Dari sampah anorganik, Ami beserta teman-teman menghasilkan tas dari sampah plastik, atau pot bunga dari karet ban bekas.

Pengelolaan Sampah Tetrapak

Sampah-sampah tetrapak yang tak berfaedah disulap Ami dan kawan-kawan menjadi aneka furnitur hingga atap bergelombang yang tentunya memiliki nilai ekonomis.

Pengelolaan Sampah Kertas

Untuk sampah kertas, Ami dan kawan-kawan mengubahnya menjadi buku dan kertas poster.

Hasil kerja keras Ami, dkk ini membuahkan hasil. Tidak hanya  mendapatkan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, melainkan juga menghasilkan rupiah dengan menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat melalui pemberdayaan SDM.

Peduli Sampah, Peduli Lingkungan

Menjadi Ratu Sampah Sekolah, mengkampanyekan lingkungan sekolah yang sehat dan bersih (Foto: instagram @amiliaagustin) 


Tidak berhenti hanya di lingkungan sekolah Ami dan komunitasnya bergerak menyentuh masyarakat luas. Salah satunya dengan memberikan penyuluhan. Pesan-pesan peduli lingkungan pada anak-anak sekolah ini dikemas dengan gaya bercerita yang menarik dengan menggunakan gambar poster bertema lingkungan.

Harapan Ami, anak-anak yang dibimbingnya kelak akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi dewasa yang peduli akan lingkungan dan tergerak untuk mengelola sampah pribadi dengan lebih baik.

Upaya yang dilakukan terus-menerus secara konsisten oleh Ami dan komunitasnya baik dalam mengelola sampah ataupun kampaye peduli lingkungan dan peningkatan SDM melalui ekonomi kreatif yang ditawarkannya, membuat remaja itu meraih berbagai penghargaan.

Sebagai salah satu kandidat termuda, Ami berhasil meraih penghargaan yang digagas oleh ASTRA Internasional, Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2010.

Amilia Agustin, terus bergerak memberikan yang terbaik bagi lingkungan. (Foto : instagram @amiliaagustin)

Seolah tak terhentikan, Ami terus bergerak. Ketika menjadi mahasiswa Udayana Bali, Ami memboyong gagasannya dan aktif turun menyapa masyarakat di desa-desa. Baik memberikan penyuluhan, maupun pendampingan agar masyarakat aktif mengelola sampah dan limbah hingga bisa membangkitkan ekonomi kreatif warga setempat.

Maka tak salah, jika Amilia Agustin dinobatkan menjadi Ratu Sampah Sekolah. Sosok muda yang memberikan sumbangsih besar bagi lingkungan dan menggerakkan roda ekonomi. Membuat sampah yang tak sedap dan mengganggu lingkungan, menjadi pundi-pundi rupiah dan memiliki nilai ekonomis, bermula dari lingkungan sekolah.

Rabu, 13 September 2023

Bidan Rosmiati, Sentuhan Dari Langit di Indragiri Hilir

Sentuhan Bidan Rosmiati menguatkan jiwa ibu hamil. (Foto : dok. Astra) 


Mendampingi ibu hamil, membantu proses melahirkan hingga memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak merupakan pilihan yang diambil Rosmiati sejak belia. Perjuangan dan kegigihannya menyelamatkan nyawa, kelak mengantarkannya menjadi salah satu penerima penghargaan dari ASTRA Internasional.

Usai menjalani pendidikan D3 di Akademi Kebidanan Padang tahun 2007, Rosmiati  ditugaskan ke daerah terpencil di Indragiri Hilir. Tepatnya di Puskesmas Pembantu Desa Tunggal Rahayu Jaya, kecamatan Teluk  Belengkong di kabupaten Indragiri Hilir.

Bidan Rosmiati, Sentuhan Dari Langit

Menyusuri sungai mengantarkan ibu hamil ke RSUD Indragiri Hilir (Foto : dok. Astra) 


Sebagai tenaga medis di daerah yang terisolir, perempuan kelahiran Riau, 27 Oktober 1984 ini, mau tidak mau, berhadapan dengan medan yang sulit. Tak jarang ia harus membelah hutan dan menyusuri sungai-sungai panjang untuk membantu proses kelahiran seorang anak manusia. 

Kurangnya fasilitas kesehatan tak menyurutkan semangatnya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak. Termasuk memberikan edukasi pentingnya menjaga kesehatan  dan kehamilan di wilayah yang tingkat kehamilannya cukup rapat dan tinggi ini. 

Hal ini sejalan dengan SK Menkes Nomor 284/Menkes/SK/III/2004, bahwa untuk menunjang kesehatan ibu dan anak diperlukan media komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) dan pencatatan efektif dan efisien. 

Untuk itu, Kementrian Kesehatan menetapkan bahwa buku kesehatan ibu dan anak (KIA) menjadi satu-satunya alat pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak sejak hamil, melahirkan dan selama nifas hingga bayi yang dilahirkan berusia 5 tahun. Termasuk pemberian gizi, memantau tumbuh kembang anak, pelayanan imunisasi dan KB.

Posyandu untuk pemberian imunisasi, pelayanan KB dan penyuluhan kesehatan. (Foto : dok. Astra) 

Menimbang bayi untuk mengetahui tumbuh kembang anak. (Foto : dok. Astra) 


"Untuk ukuran desa kecil, angka kematian satu jiwa saja sudah besar,"ungkapnya. Desa tempatnya bertugas ada sekitar 1.030 jiwa penduduk. Sehingga pelayanan kesehatan masyarakat menjadi tanggung jawab Bidan Rosmiati.

Dalam menjalankan tugas, Bidan Rosmiati secara totalitas terjun langsung dari awal hingga akhir proses melahirkan. Tak jarang turut serta membelah hutan, dan sungai beserta rombongan pengantar. Sepanjang jalan Bidan Rosmiati mendampingi, menyalurkan semangat dan menguatkan ibu hamil dengan sentuhannya. 

Kondisi ini semakin parah dengan aliran listrik yang tidak menyala selama 24 jam setiap hari. Bidan Rosmiati harus betul-betul piawai menyikapi kondisi di lapangan agar bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya.

Lahirnya Sebuah Gagasan

Perahu menjadi sarana penting untuk mendapatkan akses kesehatan ibu hamil. (Foto : dok. Astra) 

Banyak kasus ekstrem yang dialami Bidan Rosmiati di awal masa bertugas, namun salah satu yang menimbulkan kesan mendalam adalah saat membantu proses melahirkan di pedalaman kebun sawit. 

"Kasus itu terjadi di kecamatan tetangga. Tapi, karena bidan desanya kosong, saya diminta menolong kelahiran perempuan itu,"  ujar Rosmiati seperti yang dikutip Radar Pekanbaru, Rabu, 21 Desember 2016.

Rosmiati juga menjelaskan untuk sampai ke lokasi pasien, ia diantar menggunakan motor dengan kondisi jalan yang bergelombang, hingga tersesat berkali-kali di tengah hutan. Setelah sampai di lokasi,ternyata ari-ari bayi sudah enam jam keluar dari rahim ibunya.

Kondisi ini menimbulkan pendarahan yang hebat, meski pun bayi berhasil dikeluarkan, namun kondisi ibu masih kritis. Hal ini mendorong Rosmiati untuk merujuk pasien ke RSUD Pemkab Indragiri Hilir. Ini pilihan yang sulit, karena proses evakuasi akan berjalan secara manual dan memakan waktu yang lama.

Dengan menggunakan tandu yang digotong warga, rombongan menuju bibir sungai untuk kemudian dipindahkan ke dalam perahu menuju RSUD Indragiri Hilir. Perjalanan menyeberang menempuh aliran deras sungai yang dalam ini membutuhkan waktu lebih dari empat jam, hingga pasien kehilangan nyawa akibat kehabisan darah selama perjalanan.

Kasus itu menjadi pelajaran yang amat berharga bagi Rosmiati. Ibu dari Risqi Astra Nugraha ini pun kemudian memikirkan solusi yang efektif untuk mengatasi kendala yang dihadapi di lapangan.

Ia paham, berada di daerah yang dikelilingi sungai, ketersediaan perahu adalah hal yang wajib untuk mengatasi kondisi kelahiran yang tak biasa. Kendalanya, tidak semua pasien mampu menyewa perahu.

Untuk menyewa perahu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal itu amat berat bagi masyarakat di desa terpencil dengan kondisi ekonomi yang terbatas.

Rosmiati kemudian mencetuskan idenya untuk menggalang dana kesehatan. Berupa iuran wajib sebesar 2 ribu per kepala keluarga setiap bulan. Dana yang terkumpul diberikan kepada warga yang bersalin. 

Besarnya sekitar 500 ribu jika proses kelahiran berlangsung normal dan baik-baik saja. Adapun untuk warga yang dirujuk ke RSUD, besaran dana kesehatan yang diberikan sebesar 1 juta.

Selain itu, Rosmiati juga menggagas tabungan Ibu Bersalin, yang nominalnya tidak ditentukan dan bersifat tidak wajib. Tabungan ini sangat bermanfaat untuk mempersiapkan kelahiran dan akan dikembalikan ke pasien secara utuh tanpa potongan apa pun.

Dengan semangat menabung, Rosmiati berharap, pasiennya  dapat mempersiapkan kelahiran dengan lebih baik. Jika harus dirujuk, setidaknya ketersediaan dana akan memudahkan pasien menyewa perahu saat tak ada perahu atau speedboat ambulan singgah di desanya. 

Bahagia membantu proses kelahiran seorang anak. (Foto : dok. Astra) 


Gagasan inilah yang mengantarkan Rosmiati menjadi salah satu penerima penghargaan SATU Indonesia Awards 2012 yang digagas ASTRA Internasional. Sebagai salah satu apresiasi kepada generasi muda yang memiliki prestasi di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, tehnologi dan kewiraausahaan.

Dengan rasa cinta yang mendalam kepada masyarakat, Bidan Rosmiati menggunakan hadiah yang diperolehnya untuk melengkapi fasilitas kesehatan di tempat tugasnya. Harapannya masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dari sebelumnya.

Baraakallah Bu Bidan Ros, semoga kebaikan dan berkah tercurah untukmu. Aamiin...

Bidan Rosmiati (Foto : dok. Astra) 


Disclaimer : foto-foto diambil dari video dokumentasi Astra yang diunggah di fb, klik link berikut : Semangat Astra Terpadu


Rabu, 25 Januari 2023

Puding Dekoratif Nan Memesona Mamduh Kitchen

Puding dekoratif menggunakan bunga edible (aman dikonsumsi) by Mamduh Kitchen (foto : koleksi Wendra)


Sungguh benar pepatah yang berbunyi : apa yang tidak membunuhmu hanya akan membuatmu menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya. Meniti karir dari jenjang yang paling bawah hingga meraih karir cemerlang.

Adalah Wendra Basarah, selain berkiprah sebagai manager artis di bawah bendera Wendra Management, juga menekuni bisnis kreatif dengan mengembangkan keahliannya membuat puding dekoratif.

Dunia kuliner, khususnya puding dekoratif, bukanlah dunia yang asing bagi Wendra. Jauh sebelum menjadi manajer artis-artis papan atas, Wendra memulai karirnya sebagai seorang chef. (Mampir di sini ya :Wendra Basarah : Dari Ojek Payung Menjadi Manager) dan. Kisah Hijrah Manajer Artis)

Kerja keras dan perfecto merupakan jalan ninja Wendra Basarah. Ia tak pernah setengah-setengah saat menekuni bidang yang digelutinya.

Puding dekoratif (foto : koleksi Wendra)


Berbekal pengalaman belajar, baik secara formal atau pun otodidak, membuat karir teranyarnya sebagai masterchef di dunia perpudingan, khususnya puding dekoratif, kian bersinar.

Melalui media sosial Instagram, Wendra mengembangkan bisnisnya hingga bisa menjangkau target pasar yang lebih luas dan beragam. Tidak mengherankan jika kedutaan Amerika pun memesan puding hias buatan Wendra yang atraktif ini.

Kekuatan puding dekoratif Mamduh Kitchen ini selain tampilannya yang memesona, juga rasanya yang kuat dan lezat. Siapapun yang pernah mencicipi puding buatan Wendra tentu sepakat, tentang rasa ini. Rasa yang berbeda dari puding-puding pada umumnya. Rasa yang istimewa.

Lihat YouTube tuk melihat lebih banyak :
Puding dekoratif by Mamduh Kitchen


Yup, tidak mengherankan. Karena Wendra selalu menggunakan bahan pilihan dan premium untuk puding-puding yang dibandrol dengan harga mulai 650K hingga 2,5 juta.

Wendra juga akan menggali informasi dari customer agar dapat membuat puding yang betul-betul cocok dan pas dengan momen yang diinginkan. Selain garansi yang diberikan jika puding yang dikirim mengalami kerusakan atau tidak sesuai dengan kualitas yang ditawarkan. Sejauh ini, tidak ada  customer yang komplain terkait masalah ini. Bahkan, yang sudah-sudah, banyak yang repeat order lho.

Luasnya target pasar yang dimiliki, membuat Wendra kerap diminta untuk mengajar di kelas-kelas privat. Untuk kelas privat ini, Wendra mengenakan biaya 1,5 jt per orang, untuk beberapa pilihan menu sesuai kebutuhan.

Secara umum, Wendra menggunakan bahan-bahan seperti : bahan pokok puding : Agar-agar, jelly, gelatine, gelamix  yang  semuanya menggunakan teknik pengolahan khusus dan hasil tekstur  puding yang berbeda-beda.

Contohnya dalam pembuatan puding loyang dan puding cup

Dari tekstur pudingnya,  puding cup teksturnya soft, agar mudah disendok. Sementara  puding loyang teksturnya medium hard dan hard.

Tertarik untuk order atau mengikuti kelas privatnya?

Sila  hubungi Wendra Basarah via DM Ig @mamduhkitchen

Puding Cake Buah by Mamduh Kitchen (foto : koleksi Wendra)

Puding replika kaktus menggunakan cup by Mamduh Kitchen, mirip aslinya. (Foto : koleksi Wendra)






Sabtu, 21 Januari 2023

SCK, Cahaya Di Tengah Gulana

Bunda Yeni, founder SCK (Sinergi Cahaya Kamil)

Pagi masih begitu ranum dan basah. Sisa gerimis menyisakan gigil yang membuat tubuh malas untuk bergerak. Namun tidak demikian dengan Bunda Yeni, founder SCK (Sinergi Cahaya Kamil) yang tengah berada di lokasi pengungsian, pasca gempa Cianjur 21 November 2022 silam.

Tak ada waktu untuk bermalas-malasan. Agenda masih sangat padat. Masih banyak lokasi-lokasi pengungsian yang membutuhkan bantuan logistik. Kehadiran SCK, sebagai perpanjangan tangan orang-orang baik yang peduli sesama, sangat dinantikan.

Ditemani gempa-gempa kecil yang sesekali menggoyang Cianjur dalam skala rendah, Bunda Yeni bersama relawan  SCK bergegas menyiapkan sarapan untuk para korban gempa Cianjur. Dilanjutkan dengan koordinasi untuk menyerahkan bantuan baik berupa barang, uang tunai atau pun bahan makanan ke lokasi-lokasi pengungsian.  Ada dua ribu lebih jiwa (tersebar di berbagai titik lokasi pengungsian) yang mendapatkan bantuan dari Sinergi Cahaya Kamil.

Selama berhari-hari, Bunda Yeni menyisir lokasi-lokasi bencana.  Melihat dan berinteraksi langsung dengan masyarakat yang terpapar  bencana gempa Cianjur sambil menyalurkan berbagai bantuan. Tidak hanya bantuan material berupa sembako, SCK juga bergerak sebagai gerakan amal yang ramah anak. Salah satunya dengan cara memberi perhatian khusus untuk anak-anak dan pendampingan.

Pembawaan ceria Bunda Yeni membuat suasana di pengungsian menjadi hangat dan bersemangat. Meski pun sudah ratusan gempa susulan terjadi (menurut BMKG, 406 gempa terjadi hingga 9 Desember 2022) senyum-senyum mulai menghiasi wajah anak-anak dan orang dewasa setiap kali melihat sosok founder Sinergi Cahaya Kamil itu. Sungguh benar, energi positif itu seperti cahaya yang mampu menyibak gelap yang paling gulana sekali pun.

Bunda Yeni dan relawan SCK  di posko gempa Cianjur


Yuk, mengenal SCK, Sinergi Cahaya Kamil 

SCK awal mula didirikan pada bulan Februari 2017 dalam bentuk
komunitas sosial. Kemudian seiring  perkembangan dan perjalanan waktu, gerakan sosial ini berkembang menjadi sebuah lembaga yayasan sosial yang telah resmi dan sah serta berbadan hukum,
pada tanggal 04 Februari 2022. Bertempat di Kelurahan Sumberjaya,
Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Bersama ibu-ibu tetangga, relawan SCK Squads di sekitar rumahnya, Bunda Yeni  semangat bergerak menebar manfaat.  Yayasan sosial yang dimotori oleh Bunda Yeni ini, menjangkau berbagai lapisan masyarakat yang membutuhkan bantuan, lembaga organisasi/instansi lain yang memerlukan support bantuan sosial di berbagai daerah, dengan melakukan sinergi dengan berbagai lembaga sosial/instansi pemerintah dan lainnya.

Memberikan yang terbaik, adalah kebanggaan SCK

Berbagai kegiatan sosial SCK yang telah dilakukan di antaranya
adalah; berbagi sembako, pembuatan sumur masjid/mushola,
pembagian makanan pada Panti Asuhan, Pondok Pesantren, Yayasan
Sosial ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), masjid-masjid, yatim piatu dan juga para pejuang keluarga di jalanan, pemulung, Pembagian Mushaf Quran, Khitanan
Gratis, Santunan Yatim, Lansia Dhuafa dan lain sebagainya.

Tidak hanya di dalam negeri, SCK juga turut aktif  menyalurkan bantuan hingga ke luar negeri. Seperti kegiatan pembagian roti dan air bersih bagi para korban perang di wilayah perbatasan, kamp-kamp pengungsian seperti di Suriah, Palestina. Juga mengadakan kegiatan Qurban Idul Adha di Afrika.




Membahagiakan anak yatim dengan wisata ke Water Boom Lippo Cikarang

Bersama para santri dan santriwati di pondok-pondok pesantren.

 

Melaksanakan kegiatan qurban pada Idul Adha di Uganda.

Tebarkan Kasih Sayang Pada Sesama Bersama SCK

Pernahkah mendengar pepatah yang mengatakan, sayangilah yang di bumi, maka yang di langit akan menyayangimu?

Yup.
Jika kita ingin Pemilik Al Arsyi, yang bertahta di langit tertinggi menyayangi kita, bukankah salah satu caranya adalah dengan cara menyayangi semua makhluk Nya yang ada di bumi?

Bukankah Allah SWT akan tersenyum, jika kita membuat hamba-Nya tersenyum bahagia dan terbebas dari kesulitan yang menghimpitnya?

"Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (shodaqoh) harta
bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang
menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah
melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, Allah Maha
Luas (anugerah-Nya), lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Baqoroh:261)

"Saling tolong menolonglah kamu dalam melakukan kebajikan dan taqwa.
Dan jangan saling menolong pada perbuatan yang dosa dan kejahatan." (QS. Al-Maidah : 2)

Paket buah untuk ODGJ di panti sosial Pajar Berseri 


Untuk menebarkan kasih sayang pada sesama, bisa lho dengan cara menitipkan donasi kemanusiaan ke yayasan sosial ini.

Rekening donasi : 7192920137
Bank Syariah Indonesia (BSI) an. Sinergi Cahaya Kamil.

Info dan konfirmasi :
https://wa.me//6281213751742

Oya, karena pada saat ini Bunda Yeni tengah diuji dengan sakit, mohon doa tulusnya untuk sesembuhan beliau ya.
Jazaakillah khoiron katsiro...




Sabtu, 01 Mei 2021

Faiz, Anak Down Syndrome yang Berbakat Jadi Model Cilik.

 

Menjadi model dalam balutan beskap produk khas Lelaki Kecil

Saya tidak pernah menyangka, Faiz, putra ke-3 Mbak Sri Rahayu akan tumbuh sehat, ceria, penuh percaya diri dan menggemaskan, seperti yang tampak dalam foto-foto yang kerap diunggah ibunya ke media sosial.

Saya bahkan hampir tak percaya, ia bisa bertahan sampai sebesar ini, dan baik-baik saja. Mengingat awal kelahirannya yang penuh drama dan air mata. Riwayat kelahiran dengan jantungnya yang bocor saja sudah cukup memukul perasaan, ditambah dengan kenyataan pahit, Faiz didiagnosa Down Syndrome. Entah berapa banyak teman-teman kecil seperjuangannya yang telah berpulang. Namun, Faiz tetap bertahan.

Untuk lebih lengkapnya, yuk, mengenal Faiz, model cilik lewat penuturan Sri Rahayu, Sang Bunda. Wanita berhijab ini adalah seorang penulis, blogger dan vlogger yang cukup lama berkecimpung di dunia maya.

 

Sosok Faiz yang rapuh di awal kelahiran (doc Bunda Faiz)

Awal Kelahiran Yang Penuh Ujian

Hari itu, 11 Januari 2018, hari yang tak akan pernah aku lupakan. Melalui operasi caesar, putra keempat kami lahir. Faiz Sofyan Nur Rahman. Ada untaian doa tersemat dalam namanya. Yaitu, semoga ia menjadi ksatria rupawan, pemenang dalam kehidupan, yang memesona, berkharisma penuh semangatyang dianugrahkan Allah untuk menjadi cahaya pada dunia.
 
Akan tetapi luka jahitan operasi yang masih basah dan tindakan steril pada rahim membuatku tak mampu bergerak. Baru pada hari ketiga aku bisa menemuinya. Tak sabar rasanya ingin menimang bayi yang sudah berbulan-bulan menjadi bagian dari tubuhku.

Baru pada hari ke-3, aku bisa menemui bayi kecilku. Suamiku, Judistiro, tidak berkata apa pun tentang kondisi bayi kecil kami. Betapa terenyuh hatiku melihat tubuh mungil yang terbaring lemah dalam sebuah inkubator, dengan selang dan kabel terhubung di tubuhnya.
 
Dengan bobot 2,2 kilo, ia tampak begitu rapuh di balik kaca inkubator. Meski tak boleh menggendong, namun aku tetap menyapanya. Dan membisikkan, bahwa aku bahagia dengan kelahirannya serta berharap ia tumbuh sehat.

Semula aku mengira, masalah Faiz hanyalah bobot badannya yang kurang, dan paru-parunya yang bermasalah, karena ia tampak kesulitan bernapas. Ternyata aku keliru. 

Dalam beberapa jam berikutnya dokter menyampaikan informasi yang meremukkan hatiku, Faiz didiagnosa mengalami Down Syndrome. Selain itu juga kemungkinan memiliki gangguan jantung dan hernia. Dengan IQ hanya 50 saja, kemungkinan besar, ia akan mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Ia akan tumbuh menjadi anak yang cacat mental.

Dari hari ke hari kondisi jantung Faiz pun terus melemah. Dipicu jumlah bilirubin yang tinggi, tubuhnya semakin lemas dan mengkhawatirkan. Salah seorang dokter yang menanganinya dengan kejam mengatakan, bahwa Faiz hanya akan menjadi anak cacat dan idiot yang tidak bermanfaat hidupnya. Hanya akan menyusahkan orangtuanya. Selain itu Faiz diduga akan mengalami gagal jantung di usia 6 minggu!

Vonis yang teramat kejam.
Hatiku hancur mendengarnya.
Aku mulai mempertanyakan, kenapa Allah menguji kami dengan ujian seberat ini?
Akan tetapi,Faiz adalah darah dagingku. 
Bagaimana pun keadaannya kami menyayangi dan mencintainya.
Aku ingin ia tetap hidup.
 
Akan tetapi keinginan ini jelas butuh biaya yang besar. Aku tak bisa membayangkan bagaimana cara  mewujudkan kesembuhan Faiz, sementara pihak asuransi yang kami miliki saja menolak memberikan jaminan pengobatan pada Faiz. Ketika itu, hampir saja aku putus asa, tetapi  setiap kali melihat tatapan mata Faiz, yang seolah memintaku untuk tidak menyerah, semangatku kembali pulih.
 
Qadarullah, pihak manajemen RS Hermina  berbaik hati memberikan keringanan biaya dan mengutamakan keselamatan Faiz. Hingga Faiz bisa menjalani perawatan sampai beberapa waktu. Alhamdulillah, betapa kami berutang budi pada RS Hermina Tangkuban Perahu Malang.
 
Keluar dari RS Hermina, Faiz keluar masuk RS Daerah. Yang bisa kami lakukan hanyalah ikhtiar sekuat tenaga untuk kesembuhan Faiz. Sayangnya,lagi-lagi kami diuji. 
 
Kondisi Faiz tidak juga membaik. Dokter mengatakan bahwa Faiz, terkena virus Citomegalovirus, yang bisa mengakibatkan cacat pada mata, telinga dan tidak bisa bicara. Ya Rabb....

Usia Faiz 4 bulan dengan kondisi tubuh kuning, lemah dan kesehatan yang terus menurun. Saat itu dokter menyarankan untuk melakukan terapi Ganciclovir. Hanya saja tingkat keberhasilannya sangat kecil, bahkan cenderung berisiko pada kondisi nyawanya. 
 
Pada titik itu, dengan deraan rasa lelah yang luar biasa, baik secara psikis maupun fisik,  kami hanya bisa pasrah. Setelah istikharah, dengan berat hati kami memutuskan untuk merawat Faiz di rumah. Jika usianya tak lebih dari 4 bulan, seperti yang diprediksi dokter, alangkah baiknya, jika di saat-saat terakhir kehidupannya, Faiz berada di tengah keluarga yang mencintainya.
 
Jika memang usia Faiz hanya sebentar saja di dunia ini, aku ingin memaknai kehadirannya lebih dalam. Aku ingin, ia merasakan betapa aku tak pernah menyesali kehadirannya di tengah-tengah keluarga kami. Aku ingin ia tahu, kami sungguh-sungguh menyayanginya, bagaimana pun  kondisinya.
 
Masa-masa sulit diawal kehidupan Faiz


 
Meski demikian, aku tidak pernah menyerah. Tidak untuk anak-anakku, terutama Faiz. Meski di usianya yang 1,5 tahun, ia belum mampu menelan makanan dan harus menggunakn sonde. Hingga berat tubuhnya tak lebih dari 3 Kg. Aku tidak ingin berhenti berusaha. Tidak, jika untuk bisa tetap melihat secercah harapan yang berpendar di bola matanya. Aku percaya, masa depan Faiz adalah proses. Dan aku akan memperjuangkannya, melalui berbagai cara.
 
Aku pun mulai  membaca jurnal-jurnal kedokteran , bagaimana tata cara perawatan anak Down Syndrome, mencari informasi-informasi yang berkaitan dengan kondisi kesehatan Faiz. Termasuk memanjatkan doa-doa panjang untuk Faiz, bukankah Allah akan mengabulkan doa-doa hambaNya yang sungguh-sungguh memohon pertolongan?
 
Pertolongan Allah itu kerap datang dalam bentuk dukungan keluarga, juga para sahabat yang membantu meringankan beban. Begitu juga dukungan para orang tua di Komunitas Worlds Malang besutan dr. Ariani Sp.A(K), M.Kes. dan Komunitas Pejuang Jantung, yang bentuk oleh dr. Dyahris Koentartiwi Sp.A, (K), atau yang lebih akrab disapa Dokter Risty.

Dokter Risty pula yang meyakinkanku, bahwa tak ada hal yang mustahil jika Allah berkehendak Faiz sehat, maka Faiz akan sehat. Dalam perawatan Dokter Risty, Faiz mengalami kemajuan yang signifikan. Ia mulai bisa mengangkat kepalanya. Meski terlambat, namun, satu demi satu tahapan proses tumbuh kembangnya tercapai.
 

Senyum Faiz saat menjadi bintang iklan

Senyum Faiz Pembasuh Lelah

Allah Sebaik-baiknya Pencipta. Tak ada produk ciptaan Allah yang gagal. Dalam setiap penciptaan selalu ada kebaikan dan hikmah yang bisa kita ambil. Yang harus kita lakukan hanyalah menerima takdir yang sudah ditetapkan dan berbaik sangka. Aku meyakininya.

Demikian pula kehadiran Faiz. Anak yang awal kehadirannya membuat dada terasa sesak dan menguras air mata, ternyata berubah menjadi malaikat kecil dengan senyumnya yang menawan. 

Senyum menawan Faiz saat menjadi model cilik


Aku mulai melihat bakat modelingnya. Wajah Faiz sangat fotogenic. Ia pun tampak sangat menikmati saat berhadapan dengan kamera. Keterbatasan tak mampu membuatnya berhenti berjuang. Rupanya semangat yang mengalir di darahku turut mengalir di nadinya.

Aku memang tidak pernah berpisah dari Faiz. Sejak dalam kandungan aku telah mengenalkannya pada dunia literasi dan entertain. Bahkan di usia 5 bulan Faiz sudah menemaniku melakukan liputan di berbagai event, mereview berbagai produk dan berkenalan dengan dunia literasi.

Dalam banyak kesempatan, mengajaknya berkenalan dengan siapa saja, untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya. Rupanya Faiz cukup menikmati dan mampu meniru dengan baik.

 

Aku melibatkan Faiz dalam berbagai aktivitasku
 

Faiz Sang Model Cilik

Limpahan cinta dari ayah bunda dan kedua kakaknya membuat Faiz tumbuh menjadi anak yang ceria dan penuh rasa percaya diri. Bahkan, ia tampak menyukai saat-saat menjadi model.
 
Tepat di usia 2 tahun, Faiz memperoleh piala pertamanya.  Sebuah prestasi yang dulu tak pernah kami bayangkan. Pada tahun 2021, Faiz kembali mendapatkan penghargaan untuk lomba foto.

Melihat bakat modelingnya, kami percaya, kelak ia bisa berprestasi. Kami mulai berpikir untuk memasukkannya di sekolah modeling kota Malang. Alhadulillah, pada pekan ketiga, ia mulai bisa mengikuti pelajaran. 

Kelucuan Faiz sebagai model cilik yang istimewa, rupanya menarik perhatian sebuah brand yang lekat dengan produk baju khusus anak lelaki, yaitu : Lelaki Kecil

Aku terharu sekaligus bahagia saat  brand yang sudah lama menjadi langganan selebriti, seperti Vicky Shu dan Ashanty, berkenan memberikan kesempatan pada Faiz. Ini sungguh di luar dugaan. Masya Allah.

Faiz dalam balutan busana adat


Tampil dalam balutan beskap cilik produk andalan Lelaki Kecil, seakan membuka jalan bagi Faiz untuk membuktikan, bahwa anak Down Syndrome bukanlah anak yang tidak bermanfaat dan tidak memiliki masa depan.

Tidak ada yang tidak mungkin ketika segala ikhtiar sudah dilakukan. Perjalanan masih sangat panjang bagi kami dan Faiz, kami hanya berusaha memberikan kesempatan yang terbaik untuknya. Semoga di kemudian hari, Faiz tumbuh sebagai anak yang bermanfaat dan menyebarkan kasih sayang pada semesta. 

Faiz dengan senyum cerianya yang menggemaskan

 

Aksi Faiz saat menjadi model cilik


Ingin mengenal Faiz lebih jauh, bisa mengunjungi Bunda Faiz di :

Ig : https://www.instagram.com/sri.rahayu.sp/

Facebook : https://web.facebook.com/sri.rahayu.sp


 

 


Minggu, 14 Maret 2021

Kisah Inspiratif : Waspadai Pasca Melahirkan - Ketika Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Menyapa

 


 
Waspadai serangan peripartum cardiomyophathy (PPCM) pasca melahirkan
 
Hidup ini sesungguhnya adalah kumparan rahasia yang tak berujung. Begitu banyak  rahasia yang tak kita sadari, hingga, ketika Sang Pencipta berkenan membuka  rahasia itu, kita menjadi gagap menyikapinya.   Seperti yang terjadi pada teman saya, Kartika Susilowati. Ia didiagnosa Peripartum Cardiomyopathy ( PPCM) pasca melahirkan putra ketiganya. 

Yuk, Kenali ITP Pada Anak

ITP Pada Anak, Yuk kenali gejalanya (dokpri)  ITP, Ideopathic Thrombocytopenic Purpura, merupakan salah satu jenis autoimun yang bisa muncul...