Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Februari 2022

Akademia LEAD by IndiHome, Solusi Untuk Anak Yang Hobi Game Online

Pentingnya pengasuhan anak agar cerdas bergame online (Foto : Pixabay)


Dear Mom, pusing nggak sih melihat anak-anak nge-game online melulu? Sepertinya ini problem yang dimiliki hampir semua orang tua yang memiliki anak usia sekolah. Persoalan ini makin rumit karena pada akhir-akhir ini sistem pembelajaran jarak jauh kembali diberlakukan di beberapa wilayah.

Berdalih untuk memudahkan proses belajar, anak-anak memiliki keleluasaan untuk berlama-lama menggunakan gawai. Terlebih jika tersedia jaringan internet cepat di rumah, oh, tentu membuat anak-anak senang menghabiskan waktu untuk bergame ria. Dengan catatan, hal itu terjadi jika orang tua tidak peduli dengan kegiatan anaknya selama di rumah.

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat berbincang dengan seorang teman, seorang ibu yang berprofesi sebagai  praktisi pendidikan, Lita Edia. Beliau mengatakan, bahwa kita tidak bisa menahan kemajuan teknologi yang mengubah kehidupan kita. Kita tidak bisa membalikkan zaman, tetapi kita bisa menyesuaikan diri.

Lulusan Fakultas Ilmu Psikologi Universitas Padjadjaran yang menjabat sebagai direktur di Sekolah Amal Mulia Depok,  ini juga mengingatkan para orang tua untuk tetap mensuport gaya hidup anaknya, karena mereka digital native. Dunia mereka memang seperti itu teknologinya. Akan tetapi perlu adanya pengawasan orang tua. Orang tua harus menetapkan aturan untuk penggunaan gawai, terutama bagi anak-anak usia sekolah.

Perkembangan teknologi tidak akan berdampak buruk jika orang tua tidak melepaskan prinsip pengasuhan, yaitu dengan adanya aturan dan kehangatan dalam keluarga.

Ketika kebutuhan akan pengasuhan anak berjalan dengan baik, anak tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi saat ingin bermain game. Orang tua pun tidak perlu memiliki kecemasan yang berlebihan saat melihat anak main game.

Anak-anak yang terpenuhi kebutuhan pengasuhannya dengan baik akan mampu menjadikan fasilitas internet andal yang dimilikinya untuk berkembang menjadi dirinya sendiri. Mengetahui apa yang diinginkan dan apa yang ingin dicapainya di masa depan. Bahkan ketika bermain game, ia akan bertanggung jawab dengan kegiatannya tersebut.

Yuk, mengenal LEAD by IndiHome

Akademi LEAD by IndiHome, dari player menjadi profesional


Untuk memfasilitasi anak-anak yang gemar Main Game, IndiHome meluncurkan Limitless ESport Academy (LEAD) pada tanggal 10 September 2021 silam. LEAD by IndiHome ini merupakan pusat pengembangan atlet eSport untuk komunitas dan antusias eSport Indonesia.

Di akademi ini, Mom, anak-anak yang hobi bermain game akan diarahkan agar tidak hanya menjadi player biasa, menjadi player karena hobi.  Melainkan dididik agar menjadi player yang bermain dengan mental olahragawan dengan mengusung konsep Athlete Enablement.

Ini tentu menjadi salah satu solusi bagi para orang tua yang memiliki anak yang hobi bermain game online. Akan tetapi aturan dan syarat untuk mengikuti LEAD by Indihome ini. Salah satu syaratnya adalah jika anak sudah berusia minimal 16 tahun.

Mengapa ada syarat minimal usia?

Ini tentunya agar di masa usia sekolah, anak telah mendapatkan hak pengasuhan yang tepat. Anak sudah memiliki konsep diri yang baik. Sehingga ketika mereka memilih untuk bergabung dengan akademi ini, dan Berlatih Tanpa Batas,  mereka telah memiliki batasan-batasan sendiri yang bermanfaat bagi masa depannya.

Akademi angkatan pertama dibuka untuk game League of Legends Wildrift.

Tahapan mengikuti akademi LEAD by IndiHome

Setelah melakukan registrasi dan memenuhi syarat pendaftaran, akan ada Tehnical Meeting, lalu kualifikasi. Setelah itu baru ada pembinaan fase 1, kemudian ujian penyaringan. Bagi peserta yang lolos ujian lanjut mengikuti pembinaan fase 2, dan terakhir gradution.

Telkom melalui  LEAD by IndiHome membantu kaum milenial yang gemar bermain game agar memiliki kesempatan berkembang dan menjadi profesional di bidangnya.

Hal ini dipaparkan Andrew Tobias kepada Republika (17/02/2022) dengan mengungkapkan rasa optimisnya, bahwa dengan dukungan Telkom bersama para akademia  LEAD by IndiHome dapat memberikan dampak positif bagi bangsa dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia melalui eSport.

Jika ingin tahu, Mom bisa melihat profil-profil player jebolan LEAD by IndiHome yang mendunia, salah satunya adalah  Dewa Fabian dariJakarta.

Profil akademia LEAD by IndiHome yang mendunia melalui eSport 


Mom, meskipun kita tidak bisa mensteril anak kita dari dunia game, namun kita bisa tetap bisa mendampingi mereka agar mereka bisa mendapatkan manfaat positif dari hobi mereka. Kuncinya adalah pengasuhan dan kasih sayang yang cukup bagi buah hati kita.

Selamat mendampingi para kesayangan.

 

 

 

Sabtu, 01 Mei 2021

Faiz, Anak Down Syndrome yang Berbakat Jadi Model Cilik.

 

Menjadi model dalam balutan beskap produk khas Lelaki Kecil

Saya tidak pernah menyangka, Faiz, putra ke-3 Mbak Sri Rahayu akan tumbuh sehat, ceria, penuh percaya diri dan menggemaskan, seperti yang tampak dalam foto-foto yang kerap diunggah ibunya ke media sosial.

Saya bahkan hampir tak percaya, ia bisa bertahan sampai sebesar ini, dan baik-baik saja. Mengingat awal kelahirannya yang penuh drama dan air mata. Riwayat kelahiran dengan jantungnya yang bocor saja sudah cukup memukul perasaan, ditambah dengan kenyataan pahit, Faiz didiagnosa Down Syndrome. Entah berapa banyak teman-teman kecil seperjuangannya yang telah berpulang. Namun, Faiz tetap bertahan.

Untuk lebih lengkapnya, yuk, mengenal Faiz, model cilik lewat penuturan Sri Rahayu, Sang Bunda. Wanita berhijab ini adalah seorang penulis, blogger dan vlogger yang cukup lama berkecimpung di dunia maya.

 

Sosok Faiz yang rapuh di awal kelahiran (doc Bunda Faiz)

Awal Kelahiran Yang Penuh Ujian

Hari itu, 11 Januari 2018, hari yang tak akan pernah aku lupakan. Melalui operasi caesar, putra keempat kami lahir. Faiz Sofyan Nur Rahman. Ada untaian doa tersemat dalam namanya. Yaitu, semoga ia menjadi ksatria rupawan, pemenang dalam kehidupan, yang memesona, berkharisma penuh semangatyang dianugrahkan Allah untuk menjadi cahaya pada dunia.
 
Akan tetapi luka jahitan operasi yang masih basah dan tindakan steril pada rahim membuatku tak mampu bergerak. Baru pada hari ketiga aku bisa menemuinya. Tak sabar rasanya ingin menimang bayi yang sudah berbulan-bulan menjadi bagian dari tubuhku.

Baru pada hari ke-3, aku bisa menemui bayi kecilku. Suamiku, Judistiro, tidak berkata apa pun tentang kondisi bayi kecil kami. Betapa terenyuh hatiku melihat tubuh mungil yang terbaring lemah dalam sebuah inkubator, dengan selang dan kabel terhubung di tubuhnya.
 
Dengan bobot 2,2 kilo, ia tampak begitu rapuh di balik kaca inkubator. Meski tak boleh menggendong, namun aku tetap menyapanya. Dan membisikkan, bahwa aku bahagia dengan kelahirannya serta berharap ia tumbuh sehat.

Semula aku mengira, masalah Faiz hanyalah bobot badannya yang kurang, dan paru-parunya yang bermasalah, karena ia tampak kesulitan bernapas. Ternyata aku keliru. 

Dalam beberapa jam berikutnya dokter menyampaikan informasi yang meremukkan hatiku, Faiz didiagnosa mengalami Down Syndrome. Selain itu juga kemungkinan memiliki gangguan jantung dan hernia. Dengan IQ hanya 50 saja, kemungkinan besar, ia akan mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Ia akan tumbuh menjadi anak yang cacat mental.

Dari hari ke hari kondisi jantung Faiz pun terus melemah. Dipicu jumlah bilirubin yang tinggi, tubuhnya semakin lemas dan mengkhawatirkan. Salah seorang dokter yang menanganinya dengan kejam mengatakan, bahwa Faiz hanya akan menjadi anak cacat dan idiot yang tidak bermanfaat hidupnya. Hanya akan menyusahkan orangtuanya. Selain itu Faiz diduga akan mengalami gagal jantung di usia 6 minggu!

Vonis yang teramat kejam.
Hatiku hancur mendengarnya.
Aku mulai mempertanyakan, kenapa Allah menguji kami dengan ujian seberat ini?
Akan tetapi,Faiz adalah darah dagingku. 
Bagaimana pun keadaannya kami menyayangi dan mencintainya.
Aku ingin ia tetap hidup.
 
Akan tetapi keinginan ini jelas butuh biaya yang besar. Aku tak bisa membayangkan bagaimana cara  mewujudkan kesembuhan Faiz, sementara pihak asuransi yang kami miliki saja menolak memberikan jaminan pengobatan pada Faiz. Ketika itu, hampir saja aku putus asa, tetapi  setiap kali melihat tatapan mata Faiz, yang seolah memintaku untuk tidak menyerah, semangatku kembali pulih.
 
Qadarullah, pihak manajemen RS Hermina  berbaik hati memberikan keringanan biaya dan mengutamakan keselamatan Faiz. Hingga Faiz bisa menjalani perawatan sampai beberapa waktu. Alhamdulillah, betapa kami berutang budi pada RS Hermina Tangkuban Perahu Malang.
 
Keluar dari RS Hermina, Faiz keluar masuk RS Daerah. Yang bisa kami lakukan hanyalah ikhtiar sekuat tenaga untuk kesembuhan Faiz. Sayangnya,lagi-lagi kami diuji. 
 
Kondisi Faiz tidak juga membaik. Dokter mengatakan bahwa Faiz, terkena virus Citomegalovirus, yang bisa mengakibatkan cacat pada mata, telinga dan tidak bisa bicara. Ya Rabb....

Usia Faiz 4 bulan dengan kondisi tubuh kuning, lemah dan kesehatan yang terus menurun. Saat itu dokter menyarankan untuk melakukan terapi Ganciclovir. Hanya saja tingkat keberhasilannya sangat kecil, bahkan cenderung berisiko pada kondisi nyawanya. 
 
Pada titik itu, dengan deraan rasa lelah yang luar biasa, baik secara psikis maupun fisik,  kami hanya bisa pasrah. Setelah istikharah, dengan berat hati kami memutuskan untuk merawat Faiz di rumah. Jika usianya tak lebih dari 4 bulan, seperti yang diprediksi dokter, alangkah baiknya, jika di saat-saat terakhir kehidupannya, Faiz berada di tengah keluarga yang mencintainya.
 
Jika memang usia Faiz hanya sebentar saja di dunia ini, aku ingin memaknai kehadirannya lebih dalam. Aku ingin, ia merasakan betapa aku tak pernah menyesali kehadirannya di tengah-tengah keluarga kami. Aku ingin ia tahu, kami sungguh-sungguh menyayanginya, bagaimana pun  kondisinya.
 
Masa-masa sulit diawal kehidupan Faiz


 
Meski demikian, aku tidak pernah menyerah. Tidak untuk anak-anakku, terutama Faiz. Meski di usianya yang 1,5 tahun, ia belum mampu menelan makanan dan harus menggunakn sonde. Hingga berat tubuhnya tak lebih dari 3 Kg. Aku tidak ingin berhenti berusaha. Tidak, jika untuk bisa tetap melihat secercah harapan yang berpendar di bola matanya. Aku percaya, masa depan Faiz adalah proses. Dan aku akan memperjuangkannya, melalui berbagai cara.
 
Aku pun mulai  membaca jurnal-jurnal kedokteran , bagaimana tata cara perawatan anak Down Syndrome, mencari informasi-informasi yang berkaitan dengan kondisi kesehatan Faiz. Termasuk memanjatkan doa-doa panjang untuk Faiz, bukankah Allah akan mengabulkan doa-doa hambaNya yang sungguh-sungguh memohon pertolongan?
 
Pertolongan Allah itu kerap datang dalam bentuk dukungan keluarga, juga para sahabat yang membantu meringankan beban. Begitu juga dukungan para orang tua di Komunitas Worlds Malang besutan dr. Ariani Sp.A(K), M.Kes. dan Komunitas Pejuang Jantung, yang bentuk oleh dr. Dyahris Koentartiwi Sp.A, (K), atau yang lebih akrab disapa Dokter Risty.

Dokter Risty pula yang meyakinkanku, bahwa tak ada hal yang mustahil jika Allah berkehendak Faiz sehat, maka Faiz akan sehat. Dalam perawatan Dokter Risty, Faiz mengalami kemajuan yang signifikan. Ia mulai bisa mengangkat kepalanya. Meski terlambat, namun, satu demi satu tahapan proses tumbuh kembangnya tercapai.
 

Senyum Faiz saat menjadi bintang iklan

Senyum Faiz Pembasuh Lelah

Allah Sebaik-baiknya Pencipta. Tak ada produk ciptaan Allah yang gagal. Dalam setiap penciptaan selalu ada kebaikan dan hikmah yang bisa kita ambil. Yang harus kita lakukan hanyalah menerima takdir yang sudah ditetapkan dan berbaik sangka. Aku meyakininya.

Demikian pula kehadiran Faiz. Anak yang awal kehadirannya membuat dada terasa sesak dan menguras air mata, ternyata berubah menjadi malaikat kecil dengan senyumnya yang menawan. 

Senyum menawan Faiz saat menjadi model cilik


Aku mulai melihat bakat modelingnya. Wajah Faiz sangat fotogenic. Ia pun tampak sangat menikmati saat berhadapan dengan kamera. Keterbatasan tak mampu membuatnya berhenti berjuang. Rupanya semangat yang mengalir di darahku turut mengalir di nadinya.

Aku memang tidak pernah berpisah dari Faiz. Sejak dalam kandungan aku telah mengenalkannya pada dunia literasi dan entertain. Bahkan di usia 5 bulan Faiz sudah menemaniku melakukan liputan di berbagai event, mereview berbagai produk dan berkenalan dengan dunia literasi.

Dalam banyak kesempatan, mengajaknya berkenalan dengan siapa saja, untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya. Rupanya Faiz cukup menikmati dan mampu meniru dengan baik.

 

Aku melibatkan Faiz dalam berbagai aktivitasku
 

Faiz Sang Model Cilik

Limpahan cinta dari ayah bunda dan kedua kakaknya membuat Faiz tumbuh menjadi anak yang ceria dan penuh rasa percaya diri. Bahkan, ia tampak menyukai saat-saat menjadi model.
 
Tepat di usia 2 tahun, Faiz memperoleh piala pertamanya.  Sebuah prestasi yang dulu tak pernah kami bayangkan. Pada tahun 2021, Faiz kembali mendapatkan penghargaan untuk lomba foto.

Melihat bakat modelingnya, kami percaya, kelak ia bisa berprestasi. Kami mulai berpikir untuk memasukkannya di sekolah modeling kota Malang. Alhadulillah, pada pekan ketiga, ia mulai bisa mengikuti pelajaran. 

Kelucuan Faiz sebagai model cilik yang istimewa, rupanya menarik perhatian sebuah brand yang lekat dengan produk baju khusus anak lelaki, yaitu : Lelaki Kecil

Aku terharu sekaligus bahagia saat  brand yang sudah lama menjadi langganan selebriti, seperti Vicky Shu dan Ashanty, berkenan memberikan kesempatan pada Faiz. Ini sungguh di luar dugaan. Masya Allah.

Faiz dalam balutan busana adat


Tampil dalam balutan beskap cilik produk andalan Lelaki Kecil, seakan membuka jalan bagi Faiz untuk membuktikan, bahwa anak Down Syndrome bukanlah anak yang tidak bermanfaat dan tidak memiliki masa depan.

Tidak ada yang tidak mungkin ketika segala ikhtiar sudah dilakukan. Perjalanan masih sangat panjang bagi kami dan Faiz, kami hanya berusaha memberikan kesempatan yang terbaik untuknya. Semoga di kemudian hari, Faiz tumbuh sebagai anak yang bermanfaat dan menyebarkan kasih sayang pada semesta. 

Faiz dengan senyum cerianya yang menggemaskan

 

Aksi Faiz saat menjadi model cilik


Ingin mengenal Faiz lebih jauh, bisa mengunjungi Bunda Faiz di :

Ig : https://www.instagram.com/sri.rahayu.sp/

Facebook : https://web.facebook.com/sri.rahayu.sp


 

 


Jumat, 16 April 2021

Tantangan Mendampingi Gen Z di Masa Daring

 

Pentingnya ortu mendampingi Gen Z di masa kini


Sudah setahun berlalu, namun pandemi ini seperti belum menemukan titik terang untuk berakhir. Ini artinya, mau tidak mau anak-anak akan terus belajar dengan sistem daring. Sebagai ibu dari 7 orang anak, dua di antaranya tepat di usia Gen Z, jujur saja, kadang saya bingung menghadapi anak, yang menurut Dya Loretta, sanggup menghabiskan waktu lebih dari 10 jam per hari di depan gawai. OMG. 

 Yup, saya merasakan sekali ketergantungan Gen Z ini pada gawai. Sulit sekali mengalihkan perhatian mereka dari layar handphone. Apalagi dengan sistem daring (dalam batas waktu yang tidak ditentukan), dimana materi pelajaran dan tugas-tugas diberikan dan dikumpulkan dengan mengunakan jaringan internet. 

Tentu saja hal ini membentuk pola interaksi yang jauh berbeda dibanding generasi-generasi sebelumnya. Tidak ada cerita Gen Z mengadakan perjanjian bertemu hanya mengandalkan janji yang diucapkan seminggu sebelumnya, seperti yang umum dilakukan Gen X. Gen Z akan memastikan waktu pertemuan hingga ke menit-menitnya. Dan tentunya didukung dengan perkembangan teknologi komunikasi yang luar biasa sperti sekarang.

 Ini tentunya akan membuat perubahan besar-besaran pada gaya hidup dan pilihan profesi di masa mendatang. 

Pilihan profesi masa depan yang diminati Gen Z


 

Bagaimana cara mendampingi anak yang lahir sebagai Gen Z?

Dya Loretta dalam webinar yang diadakan Sabtu lalu, menegaskan, bahwa, mau tidak mau kita sebagai orangtua harus KEPO terhadap kebiasaan-kebiasaan anak. Aplikasi apa yang lebih sering mereka akses di internet. Apakah bermuatan negatif yang menjadi ‘sampah’ yang akan menghambat jalan mereka di masa depan. Ataukah informasi-informasi penting yang bermanfaat untuk membuka wawasan mereka.

 Di titik inilah sebetulnya pentingnya pendampingan orangtua, terutama ibu, pada Gen Z agar tidak sembarangan membuka aplikasi di internet. Sayangnya tidak semua anak terbuka kepada orangtuanya. Dya Loretta menyebutkan lagi, salah satu tips untuk mencegah anak terjerumus adalah ibu harus melek internet. Harus update terhadap aplikasi yang marak dan sering digunakan anak.

 Menurut Bu Dosen yang memiliki nama lengkap RA Loretta Kartikasari., SE., M.Ikom., CSP, CPM ini Gen Z memiliki beberapa karakter yang khas. Karakter Gen Z 


 


1. Lebih visual dan kreatif 

2. Lebih memahami perkembangan tehnologi 

3. Menjadi bos bagi diri sendiri 

4. Menyukai komunikasi yang bersifat hiburan 

5. Berpikiran terbuka 

Dengan karakter yang demikian khas dan jauh berbeda dengan generasi sebelumnya (baik generasi milenial dan generasi X ) tentu wajib bagi orang tua untuk mempersiapkan pendidikan yang terbaik bagi putra-putrinya. Salah satunya dengan memberikan pendidikan terpadu, yang bisa memberikan pendidikan yang fleksibel antara kegiatan online dan offline. Salah satu sekolah di Indonesia yang mengembangkan sistem terpadu ini adalah SMA PINTAR LAZUARDI. 

Yuk, Mengenal SMA PINTAR LAZUARDI

SMA PINTAR LAZUARDI merupakan pengembangan dari sekolah Lazuardi Group yang beroperasi sejak tahun 2021. Sebagai lembaga pendidikan yang konsisten memberikan sumbangsih pada sistem pendidikan di tanah air, dan bersikap dinamis terhadap perubahan jaman, maka dikembangkanlah sistem sekolah online dengan menyelenggarakan SMA Blended Learning, tanpa meninggalkan kreativitas secara optimum. 

Yaitu dengan cara menambah kreativitas mandiri siswa lewat project based learning. Didukung Learning Management System (LMS) yang diberi nama : PINTAR (Pedagogical Intelligence Architecture).

Blended Learning

 

Ibu Sonya, Kepala sekolah SMA PINTAR  Lazuardi, menjelaskan  Learning Management System merupakan salah satu strategi pedagogi (pembelajaran) online yang memperhatikan keterikatan antara peserta didik dengan proses pembelajaran melalui proses timbal balik yang didukung oleh aplikasi canggih yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja.

Mengacu pada kurikulum nasional yang diperkaya dengan kurikulum dari berbagai negara dan kurikulum keahlian, SMA Lazuardi memiliki visi dan misi luhur. Yaitu : Masyarakat berbudaya luhur berlandaskan kebaikan welas asih dan kebahagiaan spiritual. Serta menggali dan mengembangkan potensi setiap individu dalam menciptakan perbaikan kehidupan.

 


Keunggulan LMS PINTAR yang membuat sekolah online ini berbeda dengan sekolah lainnya adalah :

Multipart 

Materi pembelajaran disampaikan dalam bagian-bagian kecil dan fundamental dari sebuah mata pelajaran.Agar siswa mudah memahami materi secara mandiri.

Feedback System 

Untuk memastikan peserta didik terlibat aktif, berinteraksi,saling memberi dan menerima umpan balik(feedback) untuk efektivitas belajar. mengetahui capaian hasil belajar,terbentuknya komunitas belajar. 

Differentiate Learning 

Dimulai dengan mendiagnosa kebutuhan siswa sehingga bisa memberikan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

 Learning Path

 Setiap peserta didik memiliki ‘peta’ prestasi sendiri untuk mencapai hasil pembelajaran yang optimal. 

Multi Friendly Content

 Materi pelajaran dikemas dalam rgam bentuk sesuai kebutuhan siswa didik agar mudah dipahami. 

Gamification 

Pelajaran online ini juga ditambahkan dengan unsur games agar siswa mendapatkan keseruan dan kesenangan selama proses belajar. 

Keberadaan SMA PINTAR Lazuardi tentu menjadi angin segar bagi para orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik bagi buah hatinya. Seperti angin angin segar yang membawa perubahan dalam upaya menghantarkan anak Gen Z meraih impian di masa depan. Tertarik dengan konsep pendidikan di SMA PINTAR Lazuardi? 

Silahkan kontak :

smapintarlazuardi@gmail.com


Selasa, 16 Maret 2021

Kesalahan MPASI Berujung Drama

 

Salah dalam pemberian MPASI pada anak bisa berakibat fatal



Sebetulnya, ini salah satu sejarah paling memalukan bagi saya. Juga pengalaman yang merontokkan anggapan bahwa punya anak banyak berarti, paham segala hal yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak. Termasuk soal pemberian MPASI.

Senin, 15 Maret 2021

Menghadapi Anak Late Bloomer, Ini Pengalamanku

 




Pernah mendengar istilah Late Bloomer, Mom? Istilah ini diberikan pada anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam proses perkembangannya. Dan, bagi kami, salah satu di antaranya adalah Syahid.

3 Waktu Yang Tepat Mencabut Gigi Susu Anak

 


Beberapa pekan yang lalu saya mengajak anak-anak ke puskesmas untuk mencabut gigi-gigi susu mereka. Mom tentu sudah  mengetahui,  bahwa gigi susu merupakan gigi sementara yang akan mengalami pergantian dengan gigi permanen atau gigi dewasa.

Gigi susu ini tumbuh pada anak yang berusia antara 6 hingga 2 tahun. Dan ketika anak berusia antara 6-7 tahun gigi seri dewasanya akan tumbuh dan berakhir ketika gigi geraham dewasa tumbuh  di antara usia 12-13 tahun.

Peralihan antara gigi susu dan gigi dewasa yang bersifat permanen mau tidak mau harus melalui proses tanggalnya gigi susu untuk memberi ruang bagi perumbuhan gigi dewasa.Tidak semua anak senang menghadapi peristiwa ‘penting’ ini. Terutama bila harus melakukannya di ruang dokter g:igi dengan aneka peralatan yang tampak menakutkan.

Tetapi, mau tak mau, setiap anak akan mengalami peristiwa tak terelakkan ini : “cabut gigi”. Terasa horor pastinya ya? Begitu juga yang dialami Zidna,  Arsyad dan Rabbani. Mereka dengan wajah tegang memasuki ruang prakter gigi. Baca juga :Jangan Takut Cabut Gigi di Puskesmas

Ternyata tidak semua anak bisa dicabut gigi susunya, seperti yang dialami Arsyad dan Rabbani. Tetapi Zidna tidak. Ternyata ada waktu yang tepat untuk mencabut gigi. 

Jadi, kapankah saat yang tepat untuk mencabut gigi susu anak?

1. Gigi goyang

Apa bila anak mengalami gigi susu yang goyang, itu pertanda gigi tersebut harus segera dicabut. Ketika menghadapi situasi seperti ini, Mom tidak perlu panik dan terburu-buru membawa anak ke dokter gigi. Kita bisa meminta pendapat anak, apakah ingin segera dibawa ke dokter,  atau berilah waktu agar gigi tersebut copot secara alami dan tidak menimbulkan trauma pada anak.

Bila kondisi gigi dan mulut secara keseluruhan aman, dan tinggal sedikit yang menempel, kita bisa kok membantu mencopot gigi tersebut dengan menggunakan kapas dingin.
Akan tetapi bila hanya goyang sedikit, seperti yang dialami Arsyad kemarin, dan ia mengeluh  saat makan, maka saya memilih membawanya ke dokter gigi..

2. Gigi Kesundulan 

Berbeda dengan Arsyad, gigi  dewasa Rabbani sudah tumbuh, sementara gigi susunya masih menempel dengan kuat. Gigi kesundulan ini pun menjadi alasan yang tepat untuk mencabut gigi susu anak, agar gigi dewasa tumbuh dengan baik pada tempatnya.

3. Gigi Abses

Melihat gigi anak yang kehitaman, kita tentu gregetan dan ingin segera mencabutnya, akan tetapi dokter gigi di puskesmas kemarin, tidak mau mencabut gigi Zidna yang kehitaman. karena  tidak goyang dan tidak ada masalah saat mengunyah makanan..

Menurut dokter, gigi dewasa Zidna belum siap tumbuh, dan masih membutuhkan gigi susu sebagai pemandu keluarnya gigi dewasa. Agar kelak gigi dewasa tumbuh rapi dan teratur. Gigi susu anak baru bisa dicabut jika gigi berlubang, sering mengalami bengkak dan mengganggu kenyamanan saat mengunyah, maka menghilangkan gigi abses lebih diutamakan. 

Nah, jadi tidak semua gigi susu yang hitam bisa kita cabut, ya, Mom. Dan, jangan lupa menjaga kebersihan gigi saat selesai makan dan sebelum tidur. Semoga artikel ini bermanfaat yaa...

Yuk, Kenali ITP Pada Anak

ITP Pada Anak, Yuk kenali gejalanya (dokpri)  ITP, Ideopathic Thrombocytopenic Purpura, merupakan salah satu jenis autoimun yang bisa muncul...