Langsung ke konten utama

Postingan

Butuh Healing? Yuk, Menulis...

  Menulis salah satu cara healing yang efektif (Foto : Fixabay) Sekarang semakin banyak orang yang menyadari bahwa menulis bisa menjadi salah satu proses healing . Healing dalam arti yang sebenarnya ya, bukan seperti yang sedang nge-tren saat ini. Yup, healing dalam pengertian yang sebenarnya adalah sebuah proses penyembuhan luka batin yang bisa mengganggu emosi seseorang. Setiap orang tentu memiliki luka batin yang berbeda dalam jangka yang cukup lama. Tidak terkecuali saya. Pengalaman-pengalaman buruk di masa lalu dan tidak memiliki kesempatan untuk mengungkapkan perasaan disakiti, biasanya akan menjadi luka batin yang terus menumpuk seiring perjalanan waktu. Kondisi seperti ini jika dibiarkan tentu akan memengaruhi aktivitas keseharian saya. Orang-orang yang memiliki luka batin yang dalam cenderung lebih sensitif, sering berpikiran negatif, sulit memberi maaf dan percaya pada orang lain, dan cenderung untuk bersikap cuek   pada lingkungan sekitarnya. Namun jangan khawatir, a
Postingan terbaru

Konflik-Konflik Yang Kerap Muncul Di Awal Pernikahan

Konflik dalam pernikahan (Foto : Unsplash) Dulu, saya memasuki pernikahan dengan segudang teori dan idealisme tentang pernikahan ideal dan konsep-konsep parenting yang sepertinya 'ok banget' untuk dipraktekkan. Pada kenyataannya, boro-boro mempraktekkan teori, 'membaca' pasangan hidup saja ---yang telah kita pilih sendiri tanpa tekanan dari mana-mana--- rasanya sudah begitu menghabiskan energi. Lantas tergagap-gagap. Lalu kelelahan.  Apatah lagi belajar memahaminya. Itu luar biasa sulit. Persoalannya menjadi kian rumit, saat ada perbedaan latar belakang, baik pendidikan, ekonomi dan suku budaya. Hei, nggak bisa dipungkiri, perbedaan-perbedaan ini memiliki pengaruh yang besar pada karakter dan pola komunikas, juga cara berpikir. Hingga pada akhirnya akan mempengaruhi interaksi dengan pasangan. Lalu, diam-diam muncul perasaan, duh kok dia gini sih ternyata? Gak oke banget.  Maka tak heran, banyak orang tua yang lebih menyukai menantu yang sesuku, atau memiliki banyak pers

Saat Kematian Menyapa, Pertolongan Allah Hadir Melalui Tim Janaiz

Kematian dan pertolongan Allah melalui Tim Janaiz Segala yang bernyawa pasti akan merasakan  maut. Saat sakaratul maut menjemput, sudahkah kita siap? Aduhai, pembahasan tentang maut selalu membuat saya merinding. Benarlah riwayat yang mengatakan, bahwa kematian adalah sebaik-baiknya nasihat. Bagi siapa? Tentu bagi yang masih hidup. Bagi kita yang kelak akan menjumpai titik akhir perjalanan di dunia untuk menapaki jalan menuju keabadian. Banyak cerita-cerita menakjubkan usai berpulangnya seorang hamba kepada Pemiliknya yang sejati. Kisah-kisah kematian yang indah dengan begitu banyak amalan, baik yang disembunyikan, atau ditampakkan. Semua kebaikan itu bermunculan justru saat yang melakukannya telah meninggal. Hingga membuat kita, yang bahkan  sebelumnya tak mengenal sosoknya, dengan ringan hati melantunkan doa untuknya. Seperti kisah Eril yang masih lekat dalam ingatan kita. Atau Koh Steven yang baru berpulang beberapa hari yang lalu. Mereka menjumpai Rabb-nya dengan membawa amalan-ama

Melalui Dongeng, Hayu Maca Tingkatkan Literasi dan Minat Baca Anak

Dongeng, mengenalkan literasi pada anak dengan cara yang menyenangkan. Kenyataan Indonesia menempati urutan ke 62 dari 70 negara, atau merupakan 10 negara yang memiliki tingkat literasi rendah, berdasarkan survei yang dilakukan Programe for International Student Asssesment (PISA) pada tahun 2019, membuat kita mengurut dada.  Mengingat besarnya jumlah penduduk Indonesia, rasanya sungguh terlalu jika literasi bangsa ini menempati urutan terendah. Bukankah, dengan kemerdekaan yang diraih dengan susah payah itu, mestinya kita sudah masuk ke jajaran negara-negara maju, setidaknya berkembang? Kegelisahan ini pula yang menggerakkan Donny Safari, salah seorang founder Hayu Maca, serta kedua rekannya untuk membentuk sebuah gerakan literasi dari Kota Cimahi. Donny Safari, tercatat sebagai penggerak literasi Jabar bersama Balai Bahasa Jabar Hayu Maca bergerak dengan membuka lapak sederhana, sekaligus meramaikan ruang terbuka hijau melalui kegiatan baca tulis, serta kegiatan belajar dan bermain b

Serba-serbi Merawat Kucing Ras Yang Harus Cat Lover Ketahui

Serba-serbi merawat kucing ras yang harus cat lover ketahui (Foto : Unsplash) Memelihara kucing dapat mengurangi stres loh. Wajarlah ya, karena kucing termasuk hewan peliharaan yang pintar membawa diri juga menggemaskan. Apalagi  jenis kucing ras yang gemoy , berbulu lebat dan manja. Nah, agar kucing ras tetap sehat dan bebas dari penyakit, mau tidak mau, kita harus merawatnya dengan sungguh-sungguh. Seperti halnya merawat anak, selain memberi makan dan tempat tidur, pastikan kamu mampu mendidik kucing agar tertib dan tahu aturan di rumah. Kucing bisa dididik? Ya. Bisa dong. Begitu memutuskan memelihara kucing, artinya kamu siap mengajari kucing beberapa hal mendasar. Seperti : di mana kucing harus pup. Tempat makannya diletakkan di mana, apa yang tidak boleh dan yang boleh dilakukan. Beberapa hal berikut yang harus kamu tahu saat memutuskan memelihara kucing ras di rumah 1. Perawatan wajib untuk kucing ras 1. Grooming / Mandi :  Dry grooming atau mandi kering Mandi kering ini bisa di

Menulis Cerpen Sastra Ala Pringadi Abdi

Parade Cerpen Sastra yang diadakan oleh Penerbit LovRinz Menulis cerpen sastra? Wow. Kesannya mewah banget buat saya. Penulis  moody yang sering menulis semaunya. Baru gercep kalau ada bau-bau uangnya. Ahaha. Namun setelah 'dijerumuskan' teman curhat, Dyah Prameswarie ke lomba menulis cerpen sastra yang diadakan oleh Penerbit Lovrinz, saya merasa mendapat pencerahan. Pematerinya keren, isinya daging semua. Menulis cerpen sastra, ternyata tak seseram yang dibayangkan. Tak harus mendakik-dakik dengan kosakata yang tak lazim digunakan. Sastra menggunakan bahasa yang efektif dan efisien, demikian tutur Pringadi Abdi Surya dalam sesi pertama mentoring yang diadakan Rabu malam kemarin (10 Agustus 2022). Karena bahasa selalu  merengkuh realitas, sementara sastra memuat kebenaran di dalamnya. Karya sastra adalah pencerminan dari realitas. Pringadi menjelaskan bahwa tugas penulis bukanlah menyampaikan kritik sosial, atau pesan-pesan tertentu, melainkan menyampaikan cerita dengan baik.

Pekan Kemerdekaan Indonesia Dan Rasa Cinta 17 Agustusan

  Lomba Panjat Pohon Pisang (Foto : Mama Rey) Pekan Kemerdekaan Indonesia selalu menimbulkan antusias warga negara Indonesia, baik yang berada di dalam maupun luar negeri. Rasa cinta yang dipupuk bertahun-tahun lamanya, hingga puluhan tahun, tentunya menimbulkan getaran tersendiri saat merayakan hari kemerdekaan tanah air tercinta. Sedalam apa rasa cinta kita terhadap negeri ini? Rasa cinta tanah air tentu tak bisa tumbuh begitu saja. Ada proses panjang yang harus kita lewati. Salah satunya dengan mengenalkan pada anak-anak tentang makna kemerdekaan dan perjuangan para pahlawan yang telah berkorban jiwa dan raga, demi mewujudkan kemerdekaan yang hari ini kita rasakan. Pekan Kemerdekaan Indonesia, khususnya tanggal 17 Agustus,   bisa menjadi ajang untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air pada anak-anak. Salah satunya melalui   berbagai   kegiatan lomba yang diadakan di lingkungan terdekat. Di rumah saya, anak-anak pun antusias mengikuti lomba 17 Agustus kemarin. Setelah 2 tahun ke