Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Literasi

Melalui Dongeng, Hayu Maca Tingkatkan Literasi dan Minat Baca Anak

Dongeng, mengenalkan literasi pada anak dengan cara yang menyenangkan. Kenyataan Indonesia menempati urutan ke 62 dari 70 negara, atau merupakan 10 negara yang memiliki tingkat literasi rendah, berdasarkan survei yang dilakukan Programe for International Student Asssesment (PISA) pada tahun 2019, membuat kita mengurut dada.  Mengingat besarnya jumlah penduduk Indonesia, rasanya sungguh terlalu jika literasi bangsa ini menempati urutan terendah. Bukankah, dengan kemerdekaan yang diraih dengan susah payah itu, mestinya kita sudah masuk ke jajaran negara-negara maju, setidaknya berkembang? Kegelisahan ini pula yang menggerakkan Donny Safari, salah seorang founder Hayu Maca, serta kedua rekannya untuk membentuk sebuah gerakan literasi dari Kota Cimahi. Donny Safari, tercatat sebagai penggerak literasi Jabar bersama Balai Bahasa Jabar Hayu Maca bergerak dengan membuka lapak sederhana, sekaligus meramaikan ruang terbuka hijau melalui kegiatan baca tulis, serta kegiatan belajar dan bermain b

Menulis Cerpen Sastra Ala Pringadi Abdi

Parade Cerpen Sastra yang diadakan oleh Penerbit LovRinz Menulis cerpen sastra? Wow. Kesannya mewah banget buat saya. Penulis  moody yang sering menulis semaunya. Baru gercep kalau ada bau-bau uangnya. Ahaha. Namun setelah 'dijerumuskan' teman curhat, Dyah Prameswarie ke lomba menulis cerpen sastra yang diadakan oleh Penerbit Lovrinz, saya merasa mendapat pencerahan. Pematerinya keren, isinya daging semua. Menulis cerpen sastra, ternyata tak seseram yang dibayangkan. Tak harus mendakik-dakik dengan kosakata yang tak lazim digunakan. Sastra menggunakan bahasa yang efektif dan efisien, demikian tutur Pringadi Abdi Surya dalam sesi pertama mentoring yang diadakan Rabu malam kemarin (10 Agustus 2022). Karena bahasa selalu  merengkuh realitas, sementara sastra memuat kebenaran di dalamnya. Karya sastra adalah pencerminan dari realitas. Pringadi menjelaskan bahwa tugas penulis bukanlah menyampaikan kritik sosial, atau pesan-pesan tertentu, melainkan menyampaikan cerita dengan baik.

Ruwi Meita, Penulis Thriller Indonesia

  Ruwi Meita, Penulis Thriller Indonesia yang mulai go international Ruwi Meita, Penulis Thriller Indonesia yang mulai go international Sahabat Moma, duluuu, pertama kali bergabung di kelas menulis asuhan Bun Nurhayati Pujiastuti, Penulis Tangguh, saya tak menyangka bakal bertemu –setidaknya di dunia maya—dengan sosok mengagumkan, bertalenta tapi rendah hati, Ruwi Meita. Seorang penulis thriller dan suspense yang selalu sukses membuat bulu kuduk merinding.

Yuk, Mengenal Penulis Muda Berbakat : Wiwik Waluyo

Pertemuan pertama saya dengan Wiwik terjadi di ruang kelas menulis. Bukan kelas sungguhan ya, Gaes. Tapi kelas menulis online, Penulis Tangguh, besutan Bun Nurhayati Pujiastuti. Dari pertemuan pertama itulah, saya tahu, Wiwik ini ternyata punya bakat lebay. Bayangkan saja, baru statusnya dikomen saja sudah salting macam perawan disuratin gebetan . Hiiy, enggak banget kaan? Saya memang baru mengenalnya di kelas Penulis Tangguh, rupanya, ia sudah mudah menulis sejak lama dan meraih gelar juara nasional di usia belia. Di ajang lomba mengarang Hari Pangan Sedunia. Uwow.