Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

Bidan Hardinisa Syamitri, Hadirkan Senyum di Wajah Lansia

  Bidan Hardinisa Syamitri, Hadirkan senyum di wajah lansia (Foto : IG Hardinisa S) Kebayang nggak sih menjadi bidan di lokasi terpencil? Lokasi yang tak terjangkau listrik, apatah lagi sinyal telekomunikasi. Uwuw. Pastinya berasa di dunia lain kan ya... hehehe. Akan tetapi, itulah kenyataan   yang harus dihadapi oleh Bidan Hardinisa Syamitri. Sebagai ASN, tentu saja ia tak bisa menolak saat di tempatkan di kampung kecil, hanya diisi sekitar 500 jiwa saja. Lokasi itu tepatnya bernama desa Jorong Luak Benga, Talang Anau, Kecamatan Gunung Omeh, Sumatra Barat   dan itu tentunya menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Bidan Icha, demikian nama panggilannya. Wajar saja jika kehadirannya pertama kali, tahun 2006 silam, mengalami penolakan dari masyarakat setempat yang tidak mengenal tenaga medis. Mereka hanya percaya pada dukun. Serta mengandalkan dukun beranak untuk membantu proses melahirkan. Namun perempuan kelahiran 2 Mei 1984 itu tidak patah semangat. Ia memaklumi kondisi masyaraka

Elsa Maharrani, Memberdayakan Ibu-Ibu Rumah Tangga Melalui Menjahit

  Elsa Maharrani, memberdayakan ibu rumah tangga melalui menjahit (foto : Elsa M) Berwirausaha bukanlah hal yang baru bagi Elsa Maharrani, perempuan kelahiran Padang , 5 Maret 1990. Terlahir sebagai anak kedua dari 10 bersaudara, membuat Elsa berpikir untuk segera mandiri. Ia ingin kuliah dengan biaya sendiri. Tak ingin memberatkan orangtuanya yang bekerja sebagai PNS. Karena itu semenjak menjadi mahasiswa di Fakultasi Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas, ia memutuskan untuk berjualan. Dengan mengusung konsep palugada (apa yang lu mau, gue ada) perlahan sosok Elsa tumbuh menjadi sosok wirausaha muda yang tangguh dan pandai membaca peluang pasar. Pengalaman berjualan ini terus tumbuh dalam jiwanya, mengalir di nadinya. Ia menikmati jatuh bangun usaha yang dijalaninya. Begitupun setelah menikah. Ia tetap mencoba merintis berbagai jenis usaha. Sehingga akhirnya memilih menjual produk muslimah dengan brand-brand ternama dari Jakarta.  Lahirnya Brand Maharrani Hijab Lahirnya

Alvinia Christiany,dkk Membangun Jembatan Asa bagi Anak Autis

Alvinia Christiany, Membangun jembatan asa bagi anak autis (Foto : IG Teman Autis)   Minimnya informasi tentang autis di awal tahun 2000-an,   membuat saya memantapkan hati membawa Rofa   ke klinik tumbuh kembang di kota. Menempuh jarak yang lumayan jauh, demi mengikis kekhawatiran bahwa anak saya menderita autis. Kekhawatiran ini muncul melihat tumbuh kembang si adik yang berbeda dengan kedua kakaknya. Ia tak mau bicara, enggan menatap mata orang yang diajak bicara, selalu menyendiri dan menyusun mobil-mobilan dengan urutan yang teratur. Ia seolah memiliki dunia sendiri dan nyaman berada di dalamnya. Setelah konsultasi dengan dua dokter spesialis dan psikolog, alhamdulillah, ternyata anak saya hanya mengalami keterlambatan bicara, delay speech. Bukan autis, seperti kekhawatiran saya. Namun demikian, Rofa tetap harus menjalani terapi wicara. Untuk mengejar ketinggalan tumbuh kembangnya, secara rutin saya membawa Rofa ke klinik tumbuh kembang dua kali dalam sepekan untuk menjala

Risna Hasanudin, Merajut Asa Perempuan dan Anak-anak di Tanah Papua

  Risna Hasanudin, Merajut Asa Perempuan dan Anak-anak di Tanah Papua (Foto : IG Risna Hasanudin) Papua selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi Risna Hasanudin, seorang pejuang literasi yang memilih untuk concern pada dunia pendidikan dan perempuan, khususnya di Papua. Ketertarikan Risna pada Papua berawal dari kegiatannya sebagai aktivis organisasi intra kampus, dimana Papua sering menjadi tema diskusi, karena banyak sekali konflik dan masalah yang terjadi di Papua. “Saya punya keinginan sederhana waktu itu, untuk melihat Papua dengan cara yang berbeda,” tuturnya kepada penulis saat diwawancarai, Kamis 5 Oktober 2023. Keinginannya ini terealisasi ketika seorang teman kuliah yang mengetahui aktivitasnya sebagai aktivis kampus, memberikan link untuk mengikuti tes program PSP3 (Pemuda Penggerak Sarjana di Pedesaan) dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Alhamdulillah, lolos dan ditempatkan di desa Kobrey, Manokwari Selatan. Ketika menjejakkan langkah di tanah Papua, ia mulai